Thursday, January 30, 2020

Sudahkah Kita Berda'wah?

Salam Ukhuwah! 
Allah  mengutus 124.000 orang Nabi ke muka bumi, 313 Nabi dan Rasul, 25 Nabi disebutkan namanya dalam Qur'an, 5 orang yang Ulul Azmi.

Sumber image : Membaca Amil Zakat Dompet Duafa

Pertanyaannya, "Kenapa angka nya sebesar itu? Atau untuk apa Allah utus Nabi sebanyak itu?"

Ikhwan dan Akhwat Fillah!
Pernahkah kita berfikir, bahwa kita (Muslim) mendapatkan anugerah terbesar dari Allah (Ni'mat Iman). Kita dilahirkan dalam keluarga Muslim. Jadi kita auto Muslim. Tanpa harus mencari-cari kebenaran lagi.

Lalu, 
Bisakah kita bayangkan, bahwa mereka yg terlahir dari keluarga non-muslim, lalu dididik sesuai agama orang tuanya, dan tentu saja mereka merasa agama yg mereka anut benar (padahal menyekutukan Allah).

Lalu...
Jika kita, yg sudah tahu bahwa agama ini (Islam) sebagai satu-satunya agama kebenaran dan diterima Allah, dan kita tidak menda'wahkannya pada non-muslim, kira2 siapa yg akan memberitahu mereka bahwa agama mereka salah?

Kita....
Selaku Muslim, merasa tak punya kewajiban lagi untuk Berda'wah pada mereka.
Lalu kita merasa terselamatkan, atau merasa tak lagi bertanggung jawab atas kesalahan mereka dalam menyekutukan Allah...

Ikwan dan Akhwat Fillah!
Tidakkah kita punya rasa kasih sayang pada sesama (manusia)?
Mereka yg hari-hari beriteraksi bersama kita, satu tempat kerja mungkin,  satu Kampung mungkin,  satu komplek mungkin atau teman sekolah dahulu. Sudahkah kita da'wahkan Islam pada mereka?
Padahal nabi bersabda :
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,_

Ù…َÙ†ْ دَعَا Ø¥ِÙ„َÙ‰ Ù‡ُدًÙ‰ Ùƒَانَ Ù„َÙ‡ُ Ù…ِÙ†َ اْلأَجْرِ Ù…ِØ«ْÙ„ُ Ø£ُجُÙˆْرِ Ù…َÙ†ْ تَبِعَÙ‡ُ Ù„َا ÙŠَÙ†ْÙ‚ُصُ ذَÙ„ِÙƒَ Ù…ِÙ†ْ Ø£ُجُÙˆْرِÙ‡ِÙ…ْ Ø´َÙŠْئًا، ÙˆَÙ…َÙ†ْ دَعَا Ø¥ِÙ„َÙ‰ ضَÙ„َالَØ©ٍ ، Ùƒَانَ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ Ù…ِÙ†َ الْØ¥ِØ«ْÙ…ِ Ù…ِØ«ْÙ„ُ آثَامِ Ù…َÙ†ْ تَبِعَÙ‡ُ Ù„َا ÙŠَÙ†ْÙ‚ُصُ ذَÙ„ِÙƒَ Ù…ِÙ†ْ آثَامِÙ‡ِÙ…ْ Ø´َÙŠْئًا

Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun. 
(HR. Muslim dan Abu Dawud) 

Sumber image : Muslim Obession



Saudaraku...!

Seandainya kita (yg saat ini Muslim) berada diposisi mereka (non Muslim),  lalu tidak Ada yg berda'wah pada kita dengan baik,  lalu kita Mati...
Otomatis kita mati dalam keadaan kafir, Dan kafir tempatnya di neraka.
Lalu...
Apakah yg akan kita lakukan saat hari hisab Itu tiba?
Tidakkah kita akan mengadu pada Allah,  bahwa semasa hidup aku punya teman Muslim,  setiap hari berinteraksi bersamaku,  tapi... Sama sekali tidak pernah menda'wahkan Islam padaku ya Allah.
Kira-kira apa yang akan terjadi?
Akankah si Muslim dipanggil oleh Allah? Karena tidak berda'wah pada non Muslim?
Bisa saja bukan?

Karena...
Bisa jadi kita termasuk orang-orang yg menyembunyikan kebenaran.
Padahal Rasulullah bersabda, "Sampaikanlah dariku walau Satu ayat".
(HR. Bukhari)

Dan Allâh Azza wa Jalla berfirman:

ÙˆَØ¥ِذْ Ø£َØ®َذَ اللَّÙ‡ُ Ù…ِيثَاقَ الَّذِينَ Ø£ُوتُوا الْÙƒِتَابَ Ù„َتُبَÙŠِّÙ†ُÙ†َّÙ‡ُ Ù„ِلنَّاسِ ÙˆَÙ„َا تَÙƒْتُÙ…ُونَÙ‡ُ

Dan (ingatlah), ketika Allâh mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya!” [Ali-‘Imrân/3:187]

Sahabat muslim semuanya!
Sejatinya, kita tak punya waktu untuk berleha-leha!
Kita punya tugas berat untuk menda'wahkan agama ini.
Jangan anggap bahwa tanggung jawab itu hanya buat para ustadz sahaja.
Kita juga memiliki tanggung jawab itu.

Sumber image : tirto.id

Selama ini,
Kita merasa, bahwa kita peluk agama ini, kita amalkan perintah Dan larangan, lalu mati maka syurga menanti.
Tapi dengan mengabaikan nasib kerabat,  teman dan relasi kita.

Kita...
Kalau boleh jujur,  bukankah dengan bersikap begitu kita bisa disebut manusia egois?
Seakan syurga itu kecil dan hanya muat untuk kita.
Atau...
Masa bodoh dengan mereka (non Muslim).
Mau mereka masuk syurga dan neraka,  bukan urusan kita.
Bukankah itu yg senantiasa Ada dibenak kita selama ini?
Silahkan jawab sendiri didalam sanubari

Jika para ulama yg menyebarkan Islam Dari jazirah Arab berfikir begitu,  Akankah sampai Islam pada kita?

Saudara/i ku
Rasulullah diutus untuk rahmat bagi semesta alam.
Untuk semua manusia.

Kini...
Manusia mulia itu tak lagi berada diantara kita,
Lalu...
Siapa yg melanjutkan estafet perjuangan itu?

Wallahu'alam

Friday, January 17, 2020

Bukti Al-Qur'an Bukan Karangan Nabi Muhammad

Kami pernah mendengar perdebatan seorang teman Muslim dengan Non Muslim.

Sumber Image : Madaninews.id

Perdebatan itu seputar pengarang Qur'an.
Non Muslim berkata, "Al-Qur'an Karangan Muhammad."
Muslim, "Anda Salah!"
Non Muslim, "Saya Benar."
Muslim berkata, ", Saya akan buktikan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi Muhammad."
Non Muslim, "Silahkan!"
Muslim, "Baiklah, Dengarkan dengan seksama."
Bukti bahwa Al-Qur'an bukan karangan nabi Muhammad adalah :
1. Nabi Muhammad itu seorang yang ummi (Tidak Bisa Baca Tulis). 
Secara logika, mustahil seorang yang tidak bisa baca tulis bisa mengarang/menulis Al-Qur'an.

2. Nabi Muhammad itu,  orang yang punya gelar Al-Amin (Yang Bisa Dipercaya). 
Beliau orang yang sangat jujur dan itu diakui oleh penduduk Mekkah (Yang Notabene Non Muslim). Karena,  waktu gelar Al-Amin itu diberikan,  beliau belum menjadi Rasul. 
Masuk akal kah seorang yang jujur akan berdusta dengan memakai nama Tuhan yang ia sembah? (Nabi Muhammad menyatakan Al-Qur'an adalah dari Allah). 

3. Al-Qur'an mengandung lebih dari 1000 ayat berbicara tentang sains. 
Lebih dari 800 ayat terbukti 100% benar setelah ilmu pengetahuan secanggih saat ini mampu menyingkap rahasia-rahasia yang belum diketahui sebelumnya (hanya statemen Al-Qur'an lah yang lebih dahulu mengungkapkan semua temuan-temuan itu).  Sisanya,  20% masih belum terbukti salah (Sains belum mampu membuktikan kalau itu salah). 
Akan sangat tidak masuk akal, ada seorang manusia yang hidup pada masa 1400 tahun yang lalu bisa menebak fakta sains dengan 100% benar. Padahal,  saat statemen (Ayat Qur'an) itu dibuat/dibacakan belum ada alat canggih seperti sekarang. 


Sumber Image : idntimes.com

4. Ada ayat dalam Al-Qur'an yang menantang siapa saja di muka bumi ini untuk membuat "Sebuah ayat yang semisal dengan Al-Qur'an."
Tantangan itu telah ada sejak 1400 tahun yang lalu,  hingga hari ini tak seorang pun mampu menjawab dan memenangkan tantangan itu.

Ada dua poin yang harus diperhatikan :

a) Tidak mungkin seorang manusia bisa se PD (Percaya Diri) itu,  dengan menantang siapa saja yang mempunyai kemampuan. Ini menunjukkan,  bahwa tantangan itu bukan "bahasa" manusia (apalagi Baginda nabi dikenal dengan sifat tawadhu' nya). 

b) Ini membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah firman Tuhan,  karena hanya Tuhan yang sanggup memberikan tantangan yang seperti itu pada manusia dan jin semuanya. 
Jelas itu hanya bahasa "ala" Tuhan! 

Non Muslim (Hanya manggut-manggut tanpa bisa melayangkan argumen lagi)

Semoga bermanfaat!


KDI Managemen